Selasa, 08 April 2014

Pemimpin Kontroversial Dunia

     Dunia selalu dilanda kontroversi yang tak jarang melibatkan para pemimpin dari berbagai negara. Semua itu tak luput dari dunia politik yang dipenuhi tipu muslihat dan kelicikan. Berikut adalah 10 pemimpin negara paling kontroversial yang pernah ada dalam sejarah.

1. Manmohan Singh
Manmohan Singh
     Dr. Manmohan Singh adalah Perdana Menteri India yang menjabat sejak 22 Mei 2004. Ia adalah tokoh dari reformasi ekonomi India, yang membuat India lahir menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia dan dunia. Pria yang lahir di British Raj (sekarang Pakistan) ini adalah salah satu orang kuat India yang disegani di mata dunia. Banyak orang berpendapat Singh adalah 'pemimpin dari segala pemimpin' yang perlu dicontoh pemimpin dari negara lain. Salah satu kehebatan Singh yang beragama Sikh adalah ia berhasil membawa India menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat setelah Republik Rakyat Cina. Yang kontroversial dari Singh adalah, laki-laki ini begitu dipuja di luar negeri. Namun kenyataannya, Singh justru banyak dikecam, dikritik, dan diolok di negerinya sendiri. Apakah ini karena politik? Itu bukan pertanyaan di sebuah negeri bernama India.

Singh begitu dipuja di luar, tetapi dicaci di dalam negeri

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2. Moammar Khadafy
Moammar Khadafy
     Moammar Khadafy adalah pemimpin Libya yang sudah menjabat selama 42 tahun. Salah satu diktator yang paling lama berkuasa di dunia ini disebut-sebut sebagai pemimpin dunia yang paling kontroversial. Bagaimana tidak? Khadafy menghapus pangkat di atas kolonel setelah ia berhasil menggulingkan Raja Idris pada 2 Maret 1979. Itu karena kolonel adalah pangkatnya ketika ia berhasil mengambil alih Libya. Selain itu, Khadafy juga terlibat membiayai aksi terorisme di Skotlandia. Khadafy juga terkenal kontroversial dalam berpakaian. Ketika pemimpin negara memakai pakaian formal berjas dan berdasi, ia justru memakai pakaian khas Arab dengan kacamata hitam seperti rockstar. Baru-baru ini, yang membuat dirinya semakin dicap kontroversial adalah, ia dengan mudahnya membantai rakyat sendiri yang menentang kekuasaannya. Ia bahkan mengatakan revolusioner itu sebagai 'tikus' dan 'kecoa' yang harus disingkirkan dari Libya.

3. Kim Jong-il
Kim Jong-il
     Kim Jong-il adalah pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara) yang terkenal bengis dan kejam. Laki-laki yang mulai menjabat sebagai pemimpin sejak 8 Juli 1994 ini menjaga ketat arus informasi yang masuk ke Korea Utara. Sebagai negara komunis ekstrim yang sama sekali tidak mengenal demokrasi, Kim Jong-il benar-benar tegas pada setiap aksi yang dianggap membahayakan kekuasaannya. Dia gagal dalam rancangan ekonomi Korea Utara yang membuat negara ini semakin terpuruk. Yang menarik dari pemerintahannya adalah, setiap ulang tahun Kim Jong-il, yaitu pada 16 Februari, seluruh jalanan di Pyongyang dipenuhi hadiah-hadiah dan pesta besar layaknya Natal di Eropa. Tradisi 'Ulang Tahun Ayah Kita' ini selalu digelar meski ekonomi di Korea Utara semakin hancur.
Kim Jong-il dan keluarganya begitu dibenci di Korea Selatan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
4. Soeharto
Soeharto
    Presiden otoriter Indonesia ini meraih tampuk kekuasaan setelah berhasil melengserkan Presiden Soekarno pada 1966 melalui kudeta rahasia Partai Komunis. Soeharto adalah pemimpin Indonesia yang paling condong ke Barat, yang menjauhi Timur dengan cara memberantas rakyat yang dianggap anggota Partai Komunis Indonesia. Presiden Soeharto adalah salah satu yang paling kontroversial di dunia. Sebagai pemimpin pro-Barat, yang selalu meributkan HAM dan demokrasi, ia harusnya menjunjung tinggi dua hal tersebut. Tapi kenyataannya, ia justru menjadi pemimpin otoriter yang menutup pintu pers dan demokrasi. Lucunya, setiap tindakan tidak demokratis yang ia lakukan, seperti membiarkan korupsi merajalela, selalu mengatasnamakan demokrasi. Presiden Soeharto akhirnya dijatuhkan melalui aksi demonstrasi besar-besaran pada 1998 setelah berkuasa selama 32 tahun.
Demonstrasi anti-Soeharto di Jakarta
5. Richard Nixon
Richard Nixon
     Laki-laki yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-37 ini termasuk salah satu pemimpin yang paling kontroversial di dunia. Ia adalah salah satu presiden yang menjabat ketika Amerika Serikat tengah berada dalam konflik rivalitas melawan Uni Soviet. Semasa ia menjabat dari 1969 hingga 1974, banyak sekali skandal dalam pemerintahannya. Bahkan pemerintahannya adalah yang paling penuh skandal jika dibandingkan dengan pemerintahan presiden Amerika Serikat lainnya. Skandal yang paling parah adalah Skandal Watergates, yaitu skandal pencurian dokumen rahasia yang ternyata dilakukan oleh orang-orangnya. Skandal politik yang ruwet ini bahkan belum berakhir ketika Nixon memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Dia adalah satu-satunya 'Presiden Dunia' yang mengundurkan diri akibat skandal politik, yang membuat citra Amerika Serikat, sebagai negara yang selalu meributkan demokrasi, jatuh di era Perang Dingin. Tentu saja ini menjadi kehebohan konstitusi pada tahun 70-an di Amerika Serikat. Selain itu, Nixon jugalah yang memutuskan menarik pasukan dari Vietnam. Secara tidak langsung, ia telah mengakui kekalahan sebuah negara adidaya di kancah pertempuran Asia Tenggara.
Richard Nixon disindir akibat keterlibatannya dalam skandal Watergates 
 
 
6. Angela Merkel

Angela Merkel
     Dr. Angela Dorothea Merkel menjabat Kanselir Jerman sejak 22 November 2005. Merkel adalah anggota Partai Uni Demokratik Kristen yang dianggap kontroversial. Wanita pertama yang menjabat sebagai kenselir Jerman sekaligus kanselir Jerman pertama yang berasal dari Jerman Timur ini mendapat tantangan dari banyak pihak, terutama dari luar negeri. Kebijakan-kebijakan politik Merkel dianggap lemah oleh sekutu-sekutunya. Ini terbukti ketika Merkel menolak bergabung dengan aksi militer NATO di Libya. Jerman bahkan adalah satu dari lima negara yang tidak memberi komentar dalam penjatuhan Resolusi 1973 dan Zona Larangan Terbang di Libya. Akibat kebijakannya ini, banyak orang dari Amerika Serikat dan Inggris mengkritik dirinya yang cinta damai. Bahkan tak sedikit pula warga Amerika Serikat yang mengecam dan mengumpatnya dengan kata-kata buruk karena tidak mau ikut menghukum Libya. Ini membuat perolehan suara atas Merkel berkurang drastis di dalam negeri. Meski begitu, Merkel tetap enggan ikut serta dalam Operasi Fajar Odyssey di Libya dan dirinya didukung oleh segenap anggota partai yang bersatu.
Opera yang menggambarkan Merkel tengah memberi hukuman pada Amerika Serikat yang suka perang
 
7. Vladimir Putin
Vladimir Putin
     Pria dengan nama lengkap Vladimir Vladimirovich Putin ini adalah Perdana Menteri Federasi Rusia sejak 7 Mei 2008. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Presiden Federasi Rusia dari 1999 sampai 2008 hingga Presiden Dmitry Medvedev menggantikan posisinya melalui pemilu. Putin adalah salah satu pemimpin yang paling dibenci Barat dan Amerika Serikat. Putin sendiri adalah seorang yang keras dan mantan pejabat teras KGB dan FSB, agen intelijen Rusia yang bersaing dengan CIA Amerika Serikat. Putin dianggap sebagai salah satu orang yang berharap Uni Soviet dapat berdiri kembali suatu saat nanti. Ini terbukti dengan setiap kebijakan politik yang ia ambil. Putin ingin mengembalikan kejayaan Rusia pada masa Soviet yang masih dirindukan tumpah darah Rusia. Ia mengatakan pada publik bahwa jatuhnya Uni Soviet merupakan tragedi nasional dan perlahan-lahan ia mulai memusatkan kekuasaan ke Kremlin sebagaimana Uni Soviet dulu. Ia bahkan mengganti lagu kebangsaan Rusia menjadi lagu kebangsaan Uni Soviet yang hanya diubah liriknya. Inilah yang membuat Barat cemas dan berupaya mencegah ia menjadi presiden pada pemilu tahun ini.
Demonstrasi di Rusia menentang pencalonan Putin untuk yang ketiga kalinya
8. Saddam Hussein
Saddam Hussein
     Saddam Hussein, namanya selalu menggetarkan hati setiap bangsa yang pernah mengenal dirinya. Saddam Hussein adalah mantan diktator Irak dan salah satu pemimpin negara yang paling keras, terutama pada Amerika Serikat dan Israel. Ia memutuskan untuk menyerbu tetangganya, Iran, setelah Revolusi Islam di bawah pimpinan Ayatullah Khomeini berhasil menggulingkan kekuasaan Shah Iran. Militer Saddam mulai lemah ketika tentaranya berhasil dibantai dan diusir keluar dari Iran oleh tentara Muslim Syiah Iran. Dengan ceroboh, ia memutuskan menduduki Kuwait yang membuat Arab Saudi meminta Amerika Serikat ikut campur dalam Perang Teluk. Saddam adalah pemimpin Timur Tengah dan rival Moammar Khadafy dalam meraih pengaruh atas Dunia Arab. Namun, Saddam harus kandas ketika ia tertangkap di sebuah bunker kotor yang tak layak huni dan dieksekusi mati pada 30 Desember 2006. Saddam terbukti membantai kaum Kurdi di utara Irak yang melanggar demokrasi. Namun, alasan Amerika Serikat untuk menyerang Irak, yaitu memiliki senjata pemusnah massal, tidak terbukti. Ini membuat citra Amerika Serikat hancur di mata dunia. Lain cerita, Saddam diperkirakan terlibat dalam perampokan Bank Sentral Irak sehari sebelum invasi Amerika Serikat ke Baghdad.
Proses eksekusi Saddam
9. Mahmoud Ahmadinejad
Mahmoud Ahmadinejad
     Presiden Republik Islam Iran ini dianggap kontroversial akibat pendapatnya yang konservatif dan selalu tidak sepaham dengan Amerika Serikat. Pria yang menjabat sebagai Presiden Iran sejak 24 JUni 2005 ini beragama muslim syiah yang kebal terhadap semua hasutan Amerika Serikat dan Israel. Ahmadinejad menolak menghentikan program nuklir Iran meski Barat menawarkan banyak bantuan sebagai pengganti PLTN. Ahmadinejad bahkan dikritik tidak demokratis oleh pejabat teras Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Perancis. Ahmadinejad memang mengaku keras pada oposisi yang dianggap pembangkang dan mendapat sokongan Barat. Yang kontroversial dari pria ini adalah kesederhanaannya. Ia pernah tertangkap basah kamera hanya mengenakan kemeja bolong sementara pemimpin negara lain terlihat rapi dan berwibawa. Ahmadinejad beralasan ia tak ingin dianggap lebih makmur daripada rakyat Iran. Satu lagi yang kontroversial. Dengan persetujuan Imam Khomeini, ia menanamkan Doktrin anti-Barat ke segenap rakyat Iran. Ahmadinejad lalu menghentikan semua produk Amerika yang masuk ke Iran atau akan dikirim ke Amerika Serikat. Ia bahkan melarang adanya facebook, jejaring sosial buatan Barat yang tengah digemari dunia.


10. George Walker Bush
George Walker Bush
      Inilah pemimpin negara paling kontroversial sepanjang sejarah abad 20. Presiden Amerika Serikat yang lebih sering disebut Bush junior (untuk membedakan dia dan ayahnya) ini adalah pemimpin negara paling kontroversial di abad 20. Ia terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat sebanyak dua kali melalui pemilu. Orang yang memandang dirinya sebagai 'Presiden Perang' ini adalah pemimpin yang menyatakan perang terhadap terorisme sejak Peristiwa 9/11. Ia juga yang memerintahkan pasukannya untuk menyerbu Afganistan dan Irak, yang membuat kedua negara itu semakin tidak stabil hingga kini. Bush sangat kontroversial karena setiap kebijakannya selalu berpihak pada Barat dan, terutama, Israel. Ia adalah pemimpin pertama yang menginginkan demokrasi di Timur Tengah. Pria ini dianggap kontroversial akibat beberapa keganjalan dalam kebijakannya yang berat sebelah. Ia menginvasi Irak dengan alasan Irak telah melanggar Resolusi PBB nomor 1441 tentang senjata pemusnah massal, yang sampai sekarang tidak terbukti kebenarannya. Banyak orang berpendapat alasan itu dipakai sebagai tameng Amerika Serikat yang ingin menguasai minyak Irak. Di lain pihak Bush juga menyuplai senjata untuk Israel yang melanggar Hak Asasi Manusia di Lebanon dan Palestina secara besar-besaran, yang dicap sebagai 'Holocaust Abad 20'. Yang paling mengejutkan adalah ketika Israel mengebom sebuah bangunan yang berisi empat orang anggota kemanusiaan PBB di Lebanon. Keempat orang tersebut tewas, dan ini membuat Rusia, Perancis, dan Republik Rakyat Cina, selaku anggota tetap Dewan Keamanan PBB, berdiskusi untuk menjatuhkan sanksi pada Israel. Namun, semua itu di-veto oleh Bush yang menganggap Israel 'hanya salah sasaran'. Di akhir masa jabatannya pada 2008, ia dihadiri lemparan sepatu oleh seorang wartawan Irak yang dendam padanya.
Banyak rakyat Amerika Serikat memprotes Bush yang menyerang Irak dan menyebabkan citra bangsa Amerika Serikat jatuh di mata dunia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar